2.Musibah di Riau
Musibah di Riau
Sambil tergopoh-gopoh, si Ucok mencari Wak Obral : “Wak dah dengar berita tentang terbaliknya kapal penumpang di perairan kepulauan Riau kemarin wak ?’
Wak Obral (WO) :
” Dah, kudengar ada dua kapal yang tenggelam. Benarkah?”
Ucok(U) :
“Kudengar dari siaran teve begitulah. Kalau tak salah ingat aku kapal Dumai 10 dan Dumai 15. Banyak juga korban yang tewas, dan sebagian lagi hilang. Sementara masih dalam pencarian.”
WO : “Bagaimana perkembangannya Cok?”
Uc : “Kenapa tidak wak lihat di situs internet Wak ? Bukankah wak berjualan online, begitu kata Wak kemarin.”
WO : “Oh ya, wak lupa….. maklumlah kalau sudah tua. Tapi tua-tua aku ni belumlah pikun benar, Cok. Yuk kita cari di komputer ku. Menyurfing kita dulu ya Cok.”
Uc : ” Berselancar, Wak. Bukankah sudah ada istilah Indonesia nya. Banggalah dengan ‘made in Indonesia’ “
WO : ” Nah lha…. itu barusan kenapa masih memakai bahasa sono? Kan sudah ada bahasa Indonesianya , Buatan Indonesia, gitu lho.”







