1.Obrolan di suatu pagi
Obrolan di suatu pagi
- “Selamat Pagi Wak Obral, baru buka ni, ya?”
+ “Ya, begitu lah. Sebagai orang baru di kampung, ni, aku minta bantulah ke pada… kau.”
- “Minta bantu apa Wak?”
+ “Tolong kau tengok tengokkan*) dan jaga-jagakan keamanan warungku ni.”
- ” Ngapa pulak mesti di jaga-jaga kan. Kan sudah ada Wak di sini? Lagi pula,
yang amannya kampung kita ni.”
+”Baguslah kalau hbegitu, tapi mana tahu ada gangguan dari anak muda-muda kawan kau tu, amankan sajalah ya?”
-”Cerita-cerita, ndak jualan apa Wak rencananya ni?”
+”Inilah, rencana Wak hendak berjualan on-line.”
-” Jenis barang apa pula tu, belum pernah kudengar.Sejenis es kah? semacam es lilin begitu?”
+” Kau nilah pula. Termasuk lambat juga kau membaca perubahan. Sekarang ini kan zamannya internet….”
” Zaman internet pula lagi. Jangan main-mainlah Wak. Tambah bingung aku mendengar celoteh Wak tu.”
Pengunjung blog Warung Obrolan yang saya kagumi, itulah sedikit cuplikan pembicaraan antara Wak Obral pemilik Warung Obrolan dengan seorang anak muda tetangganya yang datang suatu sore bertamu ke rumahnya.Saya cuplikkan di sini sebagai Salam Pembuka dari Blog ini. Dari sedikit perbincngan itu, saya harap Anda sudah dapat menebak sekurang-kurangnya memperoleh sedikit gambaran tentang apa dan bagaimana blog ini akan di sajikan kepada Anda semua.
Sampai berjumpa.
*)tengok= lihat.







